|
Melalui serangkaian fase peran dan negosiasi, pemimpin mendefinisikan harapan-harapannya terhadap peran bawahan. Selanjutnya kesesuaian, kompetensi, dan kemampuan untuk diandalkan menjadi faktor-faktor signifikan dalam menentukan apakah seorang individu (bawahan) menjadi anggota kelompok dalam atau luar. Proses terbentuknya peran dan pola pertukaran sosial antara atasan dan bawahan ini terjadi sebagaimana yang telah dibahas dalam teori peran dan teori pertukaran sosial sebelumnya.
Area dari penelitian LMX seperti dikutip oleh Liden dkk. (1997) digambarkan sebagai hubungan atau pertalian individu vertikal atau vertical dyads lingkage (Graen& Cashman; 1975). Asumsi penelitian tersebut adalah bahwa pertukaran sumber daya...
hal 102
Daftar isi
hal 104
Judul disertasi:
Pengaruh Kemiripan Persepsi, Kemiripan Demografis Atasan-Bawahan, Ketertarikan Atasan pada Bawahan, Kualitas Hubungan Atasan-Bawahan, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Karyawan terhadap Peringkat Prestasi Kerja
Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran - Bandung 2005
DR. Dwi Suryanto
|